Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
LAPORAN
REPORTASE ASPEK KEBUDAYAAN LOKAL PROVINSI BANTEN
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Studi
Kebantenan
Dosen
Pengampu : Dr. Hj Enggar
Utari, M.Si.
Disusun oleh:
Hesti Oktaviani (2224190057)
Kelas : 3B
JURUSAN
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
KEBUDAYAAN LOKAL BANTEN
Banten adalah sebuah provinsi di
Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya merupakan bagian dari Provinsi Jawa
Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota
Serang. Kebudayaan Provinsi Banten sangatlah
unik. Beragam suku bangsa yang mendiami daerah Banten ini menjadikan kebudayaan
Provinsi Banten semakin beragam.
Kebudayaan
Istilah
”culture” (kebudayaan) berasal dari bahasa Latin yakni ”cultura” dari kata
dasar ”colere” yang berarti ”berkembang tumbuh”. Secara umum pengertian
”kebudayaan” mengacu kepada kumpulan pengetahuan yang secara sosial yang
diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Makna ini kontras dengan
pengertian ”kebudayaan” sehari-hari yang hanya merujuk kepada bagian-bagian
tertentu warisan sosial, yakni tradisi sopan santun dan kesenian (D’Andrade,
2000: 1999)
Unsur-Unsur Kebudayaan
Unsur-unsur
kebudayaan merupakan bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan sebagai suatu
analisis tertentu. Menurut Kluchklon ada tujuh unsur kebudayaan universal,
yaitu:
1. Sistem
Religi dan Upacara Keagamaan
2. Sistem
Organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem
Pengetahuan
4. Sistem
Mata Pencaharian Hidup
5. Sistem
Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian
Keberagaman Budaya Masyarakat
Banten
M.A.
Tihami dalam tulisannya “Potret Budaya
Dulu, Kini dan Nanti”, menyebutkan ada 25 seni yang ada di Banten yaitu :
Seni debus surosowan, seni debus pusaka Banten, seni rudat, seni terbang gede,
seni patingtung, seni wayang golek, seni saman, seni sulap-kebatinan, seni
angklung buhun, seni beluk, seni wawacan syekh, seni mawalan, seni kasidahan,
seni gambus, seni reog, seni calung, seni marhaban, seni dzikir mulud, seni
terbang genjring, seni bendrong lesung, seni gacle, seni buka pintu, seni
wayang kulit, seni tari wewe, dan seni adu bedug. Bahkan, dalam sumber lain,
melengkapi apa yang telah disebutkan sebelumnya, di Banten ditemukan ada jenis-jenis
tari yaitu : angklung buhun, debus, dzikir saman (dzikir mulud), kesenian buaya
putih, pantung bambo, dan rampak bedug. Dalam pengamatan peneliti bukan hanya
25 seperti yang disebutkan MA. Tihami, tapi masih banyak lagi seni budaya
Banten yang tidak disebutkan yaitu : debus, angklung buhun, dog-dog lojor,
beluk, patingtung, rudat, dzikir saman, terbang gede, bedug, ubrug, qasidah,
marhaba raqbi, gambang kromong, tari cokek, tayuban, yalail, rengkong, gemyung,
wayang garing, seren taun, dan panjang mulud.
a.
Bahasa
Penduduk Asli yang hidup di Provinsi Banten berbicara menggunakan dialek yang merupakan turunan dari bahasa Sunda Kuno. Dialek tersebut dikelompokkan sebagai bahasa kasar dalam bahasa Sunda modern, yang memiliki beberapa tingkatan dari tingkat halus sampai tingkat kasar (informal), yang pertama tercipta pada masa Kesultanan Mataram menguasai Priangan (bagian tenggara Provinsi Jawa Barat). Namun demikian, di Wilayah Banten Selatan Seperti Lebak dan Pandeglang menggunakan Bahasa Sunda Campuran, Sunda Kuno, Sunda Modern dan Bahasa Indonesia, di Serang dan Cilegon, bahasa Jawa Banten digunakan oleh etnik Jawa. Dan, di bagian utara Kota Tangerang, bahasa Indonesia dengan dialek Betawi juga digunakan oleh pendatang beretnis Betawi. Di samping bahasa Sunda, bahasa Jawa dan dialek Betawi, bahasa Indonesia juga digunakan terutama oleh pendatang dari bagian lain Indonesia.
b.
Senjata
Tradisional
Golok adalah senjata khas
Banten. Jenis senjata ini sangat lekat dengan pendekar dan jawara Banten.
Dahulu golok berfungsi sebagai senjata pertahanan diri, tetapi sekarang hanya
sebagai alat seni bela diri. Salah satu golok khas banten yang terkenal yaitu golok
ciomas. Golok yang hanya dibuat di daerah Ciomas ini terkenal karena ketajaman
dan nilai mistisnya. Menurut cerita golok ciomas hanya dibuat pada bulan Maulud
dan melalui tahapan ritual yang panjang.
Golok
juga tidak lepas dari masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul dan suku Baduy.
Orang baduy selalu menyelipkan golok kemana pun mereka pergi. Golok menjadi
alat utama saat mereka berladang dan berburu di hutan. Selain itu, dalam
tradisi masyarakat Banten juga dikenal senjata-senjata tradisional lainnya
seperti keris, tombak, kujang, godam, parang, pedang, dan panah.
c.
Pakaian
Adat
Masyarakat Banten mengenal tiga jenis
pakaian adat yang digunakan untuk upacara pengantin. Pakaian adat tersebut,
antara lain pakaian pengantin Banten Kebesaran, Banten Lestari, dan Banten Gaya
Tangerang. Setiap jenis pakaian adat ini memiliki ciri khas dan tujuan
pemakaian tersendiri.
d.
Tarian
Daerah
Banten memiliki beragam tarian tradisional yang biasanya
dipentaskan dalam berbagai upacara adat, penyambutan tamu, atau pentas budaya.
Salah satu kesenian tari tradisional Banten yang cukup terkenal adalah tari
Cokek yang berasal dari Tangerang. Tarian ini dibawakan oleh sepuluh penari
wanita dan diiringi alat musik gambang kromong yang dimainkan oleh tujuh
pemusik pria. Tari cokek merupakan kolaborasi budaya Sunda dan Cina dengan
iringan musik Betawi.
Selain itu, ada juga tari topeng. Tarian ini dilakukan oleh
satu orang pria atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Gerakkan tari ini tempak
gemulai. Tarian topeng mengisahkan tentang seorang rasa yang balas dendam
karena cintanya yang ditolak. Selain kedua jenis tarian tersebut masih ada lagi
tarian Banten yang lainnya, diantaranya seperti tari Saman, tari Katuran, tari
Cukin, tari Dala'il Wajun, dan tari Ketuk Tilu.
e.
Alat
Musik
f.
Seni
Pertunjukan
1.
Debus
Debus merupakan kesenian bela diri
dari Banten. Kesenian ini diciptakan pada abad ke-16, pada masa pemerintahan
Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570). Debus, suatu kesenian yang
mempertunjukan kemampuan manusia yang luar biasa, kebal senjata tajam, kebal api,
minum air keras, memasukan benda kedalam kelapa utuh, menggoreng telur di
kepala dan lain-lain.
2.
Rampak
Bedug
Rampak Beduk merupakan sajian
instrument berupa perkusi, yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. Ada
empat bedug diikat kain merah biru, yang dipukul oleh pemain yang berdiri di
tengah. Di pinggirannya, kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai
ukuran. Sesekali suara terdengar dari
mulut para pemainnya, mirip suara musik tiup. Namun, tak ada sajian instrumen
tiup. Yang terdengar, suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi
saling menyahut. Seni Rampak Bedug dan
kebiasaan penduduk berkeliling kampung sambil memukul bedug kala sahur di bulan
puasa. Yang kemudian dijadikan ajang
untuk beradu keras memukul bedug. Alhasil terjadilah pertemuan antar mereka,
saling beraduk ekuatan bedug. Tari
Rampak Beduk Banten dimainkan oleh secara masal. Sekilas gerakannya mirip tarian dari daerah
Aceh.
3.
Ubrug
Ubrug adalah seni pertunjukkan teater
rakyat, yang menampilkan cerita / lakon, lawakan, tarian dan lagu. Masyarakat menyebut ubrug karena kesenian ini
tampilnya dulu selalu menimbulkan keramaian yang luar biasa. Sebagian
masyarakat memanggilnya pula dengan sebutan Topeng, karena dibagian awal
pertunjukkan kata pula tarian pembuka, yang disebut sebagai topeng ubrug atau
ronggen gubrug. Lakon yang dipentaskan
biasanya tergantung permintaan yang empunya hajat. Berupa lakon jamanan baheula, babad atau
legenda, atau juga cerita masakini, misalnya drama rumah tangga. Pementasan diawali dengan pemberitahuan dari
penabuh gamelan, untuk menarik perhatian penonton agar segera berkumpul,
kemudian dari balik layar keluarlah beberapa orang penari wanita (Ronggeng)
mempertunjukkan kebolehannya dalam menari. Pertunjukkan akan berakhir saat
menjelang dinihari Shubuh. Saat ini di
Kabupaten Pandeglang atau Kota Serang sampai saat ini, kesenian Ubrug masih
berkembang. Pertunjukkan biasanya
diselingi dengan dagelan / lawakan yang amat
4.
Rudat
Rudat adalah kesenian tradisional
khas Banten yang merupakan perpaduan unsur tari, syair shalawat, dan olah
kanuragan yang berpadu dengan tabuhan terbang dan tepuk tangan. Rudat terdiri
dari sejumlah musik perkusi yang dimainkan oleh setidaknya delapan orang
penerbang (pemain musik ) yang mengiringi tujuh hingga dua belas penari.
5.
Tari
Dzikir Saman Banten
Dzikir Saman yang ada di Banten
berbeda dengan Saman yang ada di Aceh, disini para pemainnya terdari dari
laki-laki dengan membentuk lingkaran. Sambil berputar, sambil menyebutkan
shalawat Nabi Muhammad SAW. Seni Dzikir Saman ini tidak diiringi dengan
perangkat alat musik, hanya nyanyian dengan menyebut asma Allah, alok dan
gerakan tubuh yang berputar-putar. Seni ini sudah ada sejak dahulu, biasanya
dalam acara tertentu seperti Khol Syeh Abdul Khodir Jailani, Rasullan, dan
acara keagamaan lainya.
g.
Rumah
Adat
Seni Arsitektur Sunda terlihat pada bantuk rumah dan perkampungan suku Badui dan Adat Kasepuhan Banten Kidul (Cisungsang). Rumah tradisionalnya berbentuk panggung yang dinamakan imah. Dari segi bentuk tidak terlihat berbeda antara rumah adat Baduy dengan rumah Adat Kasepuhan. Namun, dari segi bahan yang digunakan untuk pembuatannya terdapat perbedaan. Masyarakat Baduy masih memegang teguh adat istiadat sehingga kesederhanaan pada bentuk rumahnya masih sangat terlihat. Sebaliknya, rumah adat kasepuhan terlihat lebih modern karena sudah menggunakan unsur-unsur kebudayaan modern.
Upaya Pelestarian Budaya Banten
Masyarakat
dan kebudayaan di manapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat
dan kebudayaan primitif yang terisolasi jauh dari berbagai perhubungan dngan
masyarakat yang lain. Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan
komposisinya , juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan- penemuan baru,
khususnya teknologi dan inovasi.Difusi kebudayaan adalah persebaran unsur-
unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain di muka bumi, yang di bawa
oleh kelompok- kelompok manusia yang bermigrasi.
Dahulu
kita bisa menyaksikan atraksi debus ini dibanyak wilayah banten, tapi sekarang
atraksi debus hanya ada pada saat event – event tertentu. Jadi tidak setiap
hari kita dapat melihat atraksi ini. Warisan budaya, yang makin lama makin
tergerus oleh perubahan jaman. Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya
lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing
yang lebih praktis dan sesuai
dengan perkembangan zaman. Masyarakat Banten merupakan masyarakat yang
mempunyai budaya ketimuran. Namun saat ini sudah mulai bercampur dengan budaya
barat, terutama cara berpakaian pria dan wanitanya, juga mata pencaharian dan
peralatan sehari- hari yang mereka gunakan. Hal tersebut karena sudah
berkembangnya teknologi informasi di dunia, maka masyarakat banten berusaha untuk
tidak tertinggal oleh zaman
Budaya
lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut. Pembelajaran tentang budaya, harus
ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap
penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaimana cara mengadaptasi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Keanekaragaman
budaya daerah tersebut merupakan potensi sosial yang dapat membentuk karakter
dan citra budaya tersendiri pada masing-masing daerah, serta merupakan bagian
penting bagi pembentukan citra dan identitas budaya suatu daerah. Di samping
itu, keanekaragaman merupakan kekayaan intelektual dan kultural sebagai bagian
dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Seiring dengan peningkatan
teknologi dan transformasi budaya ke arah kehidupan modern serta pengaruh
globalisasi, warisan budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat adat
tersebut menghadapi tantangan terhadap eksistensinya. Hal ini perlu dicermati
karena warisan budaya dan nilai-nilai tradisional tersebut mengandung banyak
kearifan lokal yang masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, dan
seharusnya dilestarikan, diadaptasi atau bahkan dikembangkan lebih jauh.
REFERENSI
Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata. 2009. Jelajah
Pesona Wisata Banten. Banten : Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Banten
https://www.bantenprov.go.id/profil-provinsi/kebudayaan diakses pada hari Minggu, 11 Oktober 2020.
Pemerintah
Daerah Banten. 2012. Mozaik of
Banten Indonesia. Banten : Wonderful Indonesia
Said,
Hasani Ahmad. 2016. Islam Dan Budaya di Banten : Menelisik Tradisi Debus dan Maulid. Jurnal
Studi Agama dan Pemikiran. Vol 10 : 1.
-
LAPORAN REPORTASE ASPEK KEBUDAYAAN LOKAL PROVINSI BANTEN Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Kebantenan Dosen Pengampu :...
-
TUGAS 1 RESENSI BUKU ASPEK PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020 Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Kebantenan ...











