TUGAS
1
RESENSI
BUKU ASPEK PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Studi
Kebantenan
Dosen
Pengampu : Dr. Hj Enggar
Utari, M.Si.
Disusun oleh:
Hesti Oktaviani (2224190057)
Kelas : 3B
JURUSAN
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
ASPEK PENDIDIKAN BANTEN
IDENTITAS BUKU
1. Judul
Buku : PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020 Penyediaan Data untuk Perencanaan
Pembangunan
2. Penulis
: BPS Provinsi Banten
3. Penerbit
: ©BPS Provinsi Banten/BPS-Statistics of Banten Province
4. Tahun
Terbit : 2020
5. Ukuran
: 14,8 cm x 21 cm
6. Jumlah
Halaman : xlviii + 488 hal/pages
ISI
Tahukah kalian bagaimana kondisi
provinsi Banten dalam segi aspek pendidikan? Jika dilihat hingga saat ini,
kondisi provinsi Banten dalam segala macam aspek dapat dilihat dan dipaparkan
pada buku Provinsi Banten dalam Angka 2020. Buku Provinsi Banten dalam Angka
sendiri merupakan buku yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi
Banten dalam rangka memenuhi kebutuhan data-data prioritas pembangunan.
Buku ini memuat data ataupun informasi
statistik tentang hasil-hasil pembangunan di wilayah Provinsi Banten selama
tahun 2019 yang diperlukan dalam evaluasi pembangunan. Salah satunya aspek yang
dibahas dalam buku ini adalah Aspek Pendidikan Provinsi Banten itu sendiri.
Dalam Provinsi Banten Dalam Angka
2019 oleh Badan Pusat Statistik mendata bahwa jumlah Taman Kanak-Kanak (TK) di
bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Banten, 2018/2019 terdapat 2.280 unit sekolah dengan jumlah guru 7.716 orang,
dan murid 93.526 orang. Sedangkan ditahun 2019/2020 terdapat peningkatan yaitu
terdapat 2.339 unit sekolah dengan jumlah guru 7.939 orang dan jumlah murid 98.571
orang. Dijenjang Sekolah Dasar (SD) jumlah Sekolah Dasar (SD) di bawah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Banten, 2018/2019 terdapat 4.601 unit sekolah dengan jumlah guru 52.886 orang
dan murid 1.190.720 orang. Sedangkan ditahun 2019/2020 terdapat 4.634 unit
sekolah dasar dengan jumlah guru 56.235 orang dan jumlah murid 1.198.075 orang.
Pada jenjang Sekolah menengah Pertama (SMP), jumlah sekolah di bawah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun
2018/2019 terdapat 1.454 unit sekolah dengan jumlah guru 20.251 orang, dan
jumlah murid 419.713 orang. Pada tahun 2019/2020 terjadi peningkatan pada
setiap kota/ kabupaten yaitu dengan total sekolah sebanyak 1.501 unit sekolah,
dengan jumlah guru 21.889 orang, dan jumlah murid 430.903 orang.
Kemudian dijenjang Sekolah Menengah
atas (SMA), dengan jumlah sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun 2018/2019 yaitu sebanyak 545
unit sekolah, dengan jumlah guru 9.959 orang, dan jumlah murid 185.259 orang. Pada
tahun 2019/2020 terjadinya peningkatan dalam jumlah sekolah, guru, dan jumlah
murid yaitu 571 unit sekolah, dengan jumlah guru 10.705 orang, dan jumlah murid
196.585 orang. Selanjutnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), jumlah
sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota di
Provinsi Banten tahun 2018/2019 yaitu sebanyak 700 unit sekolah, dengan 11.047
guru, dan 254.808 murid. Kemudian tahun 2019/2020 jumlah menjadi 731 unit,
12.424 guru, dan 265,367 murid. Tidak hanya di bawah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten/Kota adapun Madrasah Aliya (MA) di Bawah Kementerian Agama
menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, pada tahun 2017/2018 dengan jumlah
sekolah 410 unit, dengan jumlah guru 5.673 orang, dan jumlah murid 68.127
orang. Ditahun 2019/2020 jumlah sekolah sebanyak 419 unit dengan jumlah guru
6.033 orang dan jumlah murid 66.138. Selanjutnya dijenjang lebih tinggi yaitu
Perguruan tinggi umlah Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun 2019
yaitu 119 Perguruan Tinggi dengan mahasiwa sejumlah 1.270.258 orang dan tenaga
pendidik sejumlah 10.277 orang.
Pada tahun 2019, penduduk Banten
usia 7-24 tahun yang masih sekolah sebanyak 68,51 persen. Untuk kelompok umur
7-12 tahun yang masih sekolah sebanyak 99,44 persen, kemudian kelompok umur
13-15 tahun sebanyak 95,79 persen, kelompok umur 16-18 tahun sebanyak 68,72
persen, dan kelompok umur 19-24 tahun sebanyak 21,43 persen. Adapun Angka
Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) menurut jenjang pendidikan
di Provinsi Banten tahun 2019 diberbagai jenjang. Pertama di jenjang SD terdapat
97,98 persen APM dan 107,93 persen APK. Pada jenjang SMP terdapat 81,93 persen
APM dan 91,61 persen APK dan terakhir pada jenjang SMA terdapat 58,80 persen
APM dan 72,92 persen APK.
Pada tahun 2019, persentase penduduk
yang melek huruf di Provinsi Banten pada kelompok usia 15-24 di daerah
perkotaan sejumlah 99,97% dan di daerah pedesaan sejumlah 99,95%, pada kelompok
usia 15-44 di daerah perkotaan sejumlah 99,92% dan di daerah pedesaan sejumlah
99,76%, pada kelompok usia 15+ didaerah perkotaan sejumlah 98,16 persen dan
daerah pedesaan sejumlah 96,19 persen dan pada kelompok usia 45+ di daerah perkotaan
sejumlah 93,91% dan di daerah pedesaan sejumlah 89,10%. Persentase Penduduk
usia 10 tahun ke atas di Provinsi Banten yang menamatkan pendidikan tahun 2019
pada jenjang SD sederajat sebesar 24,51%, SMP sebesar 22,65%, SMA sebesar
29,85% dan Perguruan Tinggi sebesar 9,20%. Persentase penduduk usia 10 tahun ke
atas yang pandai menulis dan membaca tahun 2019 untuk huruf latin sebesar
39,96%, huruf lainnya sebesar 0,49% dan keduanya sebesar 55,34%, sedangkan yang
tidak bisa sama sekali sebesar 4,20%.
Dari
data diatas dapat diketahui bahwa sudah terdapat banyak Sekolah di Provinsi
Banten, dapat dilihat bahwa jumlah sekolah, guru, dan murid perjenjang dari tingkat
Dasar hingga tingkat Atas di Banten terus mengalami peningkatan dari tahun 2018
sampai 2019. Namun jumlah murid dan guru yang tidak sebanding banyaknya, masih
sedikitnya jumlah guru dibandingkan jumlah murid yang begitu banyak. Kondisi Provinsi
Banten dalam aspek pendidikan yang dipaparkan pada buku ‘Provinsi Banten dalam
Angka 2020’ sudah mengalami kemajuan, namun tidak secara merata hanya di daerah-daerah
tertentu saja. Terbukti dari data tersebut daerah Tangerang selalu memiliki
data presentase yang lebih besar. Bukan suatu hal aneh lagi jika persoalan
tentang pemerataan dalam pendidikan tidak seimbang, karena bagi yang tinggal
didaerah pedesaan biasanya selalu tertinggal selangkah dari daerah perkotaan. Selain
itu masih banyaknya rata-rata penduduk Banten yang tidak mengenyam bangku
pendidikan hingga jenjang SMA. Hal ini menunjukan bahwa semakin usia ataupun
jenjang pendidikan bertambah, semakin berkurangnya siswa untuk menduduki
pendidikan selanjutnya. Kemudian hampir seluruh penduduk Banten sudah melek
huruf. Namun untuk kemampuan menulis dan membaca hanya setengah dari penduduk
Banten yang dapat menguasainya.
Dengan melihat jumlah presentase pendidikan di provinsi Banten, tentu perlu adanya peran masyarakat dan pemerintahan dalam memajukan pendidikan di daerah Banten. Segala kekurangan di dalamnya menjadi tugas penting untuk kita semua elemen masyarakat untuk memajukan banten lebih baik lagi dan menghasilkan masyarakat berpendidikan tinggi. Majunya suatu daerah dapat dilihat dari sumber daya manusia (SDM). Suatu daerah harus melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu memajukan daerah itu sendiri dan mampu bersaing diberbagai sektor. Semua itu dapat diwujudkan melalui fasilitas pendidik yang baik dan pendidikan yang merata dan berkualitas. Aspek pendidikanlah yang menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh kita semua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar