STUDI KEBANTENAN
Senin, 14 Desember 2020
Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
LAPORAN
REPORTASE ASPEK KEBUDAYAAN LOKAL PROVINSI BANTEN
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Studi
Kebantenan
Dosen
Pengampu : Dr. Hj Enggar
Utari, M.Si.
Disusun oleh:
Hesti Oktaviani (2224190057)
Kelas : 3B
JURUSAN
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
KEBUDAYAAN LOKAL BANTEN
Banten adalah sebuah provinsi di
Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya merupakan bagian dari Provinsi Jawa
Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota
Serang. Kebudayaan Provinsi Banten sangatlah
unik. Beragam suku bangsa yang mendiami daerah Banten ini menjadikan kebudayaan
Provinsi Banten semakin beragam.
Kebudayaan
Istilah
”culture” (kebudayaan) berasal dari bahasa Latin yakni ”cultura” dari kata
dasar ”colere” yang berarti ”berkembang tumbuh”. Secara umum pengertian
”kebudayaan” mengacu kepada kumpulan pengetahuan yang secara sosial yang
diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Makna ini kontras dengan
pengertian ”kebudayaan” sehari-hari yang hanya merujuk kepada bagian-bagian
tertentu warisan sosial, yakni tradisi sopan santun dan kesenian (D’Andrade,
2000: 1999)
Unsur-Unsur Kebudayaan
Unsur-unsur
kebudayaan merupakan bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan sebagai suatu
analisis tertentu. Menurut Kluchklon ada tujuh unsur kebudayaan universal,
yaitu:
1. Sistem
Religi dan Upacara Keagamaan
2. Sistem
Organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem
Pengetahuan
4. Sistem
Mata Pencaharian Hidup
5. Sistem
Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian
Keberagaman Budaya Masyarakat
Banten
M.A.
Tihami dalam tulisannya “Potret Budaya
Dulu, Kini dan Nanti”, menyebutkan ada 25 seni yang ada di Banten yaitu :
Seni debus surosowan, seni debus pusaka Banten, seni rudat, seni terbang gede,
seni patingtung, seni wayang golek, seni saman, seni sulap-kebatinan, seni
angklung buhun, seni beluk, seni wawacan syekh, seni mawalan, seni kasidahan,
seni gambus, seni reog, seni calung, seni marhaban, seni dzikir mulud, seni
terbang genjring, seni bendrong lesung, seni gacle, seni buka pintu, seni
wayang kulit, seni tari wewe, dan seni adu bedug. Bahkan, dalam sumber lain,
melengkapi apa yang telah disebutkan sebelumnya, di Banten ditemukan ada jenis-jenis
tari yaitu : angklung buhun, debus, dzikir saman (dzikir mulud), kesenian buaya
putih, pantung bambo, dan rampak bedug. Dalam pengamatan peneliti bukan hanya
25 seperti yang disebutkan MA. Tihami, tapi masih banyak lagi seni budaya
Banten yang tidak disebutkan yaitu : debus, angklung buhun, dog-dog lojor,
beluk, patingtung, rudat, dzikir saman, terbang gede, bedug, ubrug, qasidah,
marhaba raqbi, gambang kromong, tari cokek, tayuban, yalail, rengkong, gemyung,
wayang garing, seren taun, dan panjang mulud.
a.
Bahasa
Penduduk Asli yang hidup di Provinsi Banten berbicara menggunakan dialek yang merupakan turunan dari bahasa Sunda Kuno. Dialek tersebut dikelompokkan sebagai bahasa kasar dalam bahasa Sunda modern, yang memiliki beberapa tingkatan dari tingkat halus sampai tingkat kasar (informal), yang pertama tercipta pada masa Kesultanan Mataram menguasai Priangan (bagian tenggara Provinsi Jawa Barat). Namun demikian, di Wilayah Banten Selatan Seperti Lebak dan Pandeglang menggunakan Bahasa Sunda Campuran, Sunda Kuno, Sunda Modern dan Bahasa Indonesia, di Serang dan Cilegon, bahasa Jawa Banten digunakan oleh etnik Jawa. Dan, di bagian utara Kota Tangerang, bahasa Indonesia dengan dialek Betawi juga digunakan oleh pendatang beretnis Betawi. Di samping bahasa Sunda, bahasa Jawa dan dialek Betawi, bahasa Indonesia juga digunakan terutama oleh pendatang dari bagian lain Indonesia.
b.
Senjata
Tradisional
Golok adalah senjata khas
Banten. Jenis senjata ini sangat lekat dengan pendekar dan jawara Banten.
Dahulu golok berfungsi sebagai senjata pertahanan diri, tetapi sekarang hanya
sebagai alat seni bela diri. Salah satu golok khas banten yang terkenal yaitu golok
ciomas. Golok yang hanya dibuat di daerah Ciomas ini terkenal karena ketajaman
dan nilai mistisnya. Menurut cerita golok ciomas hanya dibuat pada bulan Maulud
dan melalui tahapan ritual yang panjang.
Golok
juga tidak lepas dari masyarakat Adat Kasepuhan Banten Kidul dan suku Baduy.
Orang baduy selalu menyelipkan golok kemana pun mereka pergi. Golok menjadi
alat utama saat mereka berladang dan berburu di hutan. Selain itu, dalam
tradisi masyarakat Banten juga dikenal senjata-senjata tradisional lainnya
seperti keris, tombak, kujang, godam, parang, pedang, dan panah.
c.
Pakaian
Adat
Masyarakat Banten mengenal tiga jenis
pakaian adat yang digunakan untuk upacara pengantin. Pakaian adat tersebut,
antara lain pakaian pengantin Banten Kebesaran, Banten Lestari, dan Banten Gaya
Tangerang. Setiap jenis pakaian adat ini memiliki ciri khas dan tujuan
pemakaian tersendiri.
d.
Tarian
Daerah
Banten memiliki beragam tarian tradisional yang biasanya
dipentaskan dalam berbagai upacara adat, penyambutan tamu, atau pentas budaya.
Salah satu kesenian tari tradisional Banten yang cukup terkenal adalah tari
Cokek yang berasal dari Tangerang. Tarian ini dibawakan oleh sepuluh penari
wanita dan diiringi alat musik gambang kromong yang dimainkan oleh tujuh
pemusik pria. Tari cokek merupakan kolaborasi budaya Sunda dan Cina dengan
iringan musik Betawi.
Selain itu, ada juga tari topeng. Tarian ini dilakukan oleh
satu orang pria atau lebih sesuai dengan kebutuhan. Gerakkan tari ini tempak
gemulai. Tarian topeng mengisahkan tentang seorang rasa yang balas dendam
karena cintanya yang ditolak. Selain kedua jenis tarian tersebut masih ada lagi
tarian Banten yang lainnya, diantaranya seperti tari Saman, tari Katuran, tari
Cukin, tari Dala'il Wajun, dan tari Ketuk Tilu.
e.
Alat
Musik
f.
Seni
Pertunjukan
1.
Debus
Debus merupakan kesenian bela diri
dari Banten. Kesenian ini diciptakan pada abad ke-16, pada masa pemerintahan
Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570). Debus, suatu kesenian yang
mempertunjukan kemampuan manusia yang luar biasa, kebal senjata tajam, kebal api,
minum air keras, memasukan benda kedalam kelapa utuh, menggoreng telur di
kepala dan lain-lain.
2.
Rampak
Bedug
Rampak Beduk merupakan sajian
instrument berupa perkusi, yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. Ada
empat bedug diikat kain merah biru, yang dipukul oleh pemain yang berdiri di
tengah. Di pinggirannya, kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai
ukuran. Sesekali suara terdengar dari
mulut para pemainnya, mirip suara musik tiup. Namun, tak ada sajian instrumen
tiup. Yang terdengar, suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi
saling menyahut. Seni Rampak Bedug dan
kebiasaan penduduk berkeliling kampung sambil memukul bedug kala sahur di bulan
puasa. Yang kemudian dijadikan ajang
untuk beradu keras memukul bedug. Alhasil terjadilah pertemuan antar mereka,
saling beraduk ekuatan bedug. Tari
Rampak Beduk Banten dimainkan oleh secara masal. Sekilas gerakannya mirip tarian dari daerah
Aceh.
3.
Ubrug
Ubrug adalah seni pertunjukkan teater
rakyat, yang menampilkan cerita / lakon, lawakan, tarian dan lagu. Masyarakat menyebut ubrug karena kesenian ini
tampilnya dulu selalu menimbulkan keramaian yang luar biasa. Sebagian
masyarakat memanggilnya pula dengan sebutan Topeng, karena dibagian awal
pertunjukkan kata pula tarian pembuka, yang disebut sebagai topeng ubrug atau
ronggen gubrug. Lakon yang dipentaskan
biasanya tergantung permintaan yang empunya hajat. Berupa lakon jamanan baheula, babad atau
legenda, atau juga cerita masakini, misalnya drama rumah tangga. Pementasan diawali dengan pemberitahuan dari
penabuh gamelan, untuk menarik perhatian penonton agar segera berkumpul,
kemudian dari balik layar keluarlah beberapa orang penari wanita (Ronggeng)
mempertunjukkan kebolehannya dalam menari. Pertunjukkan akan berakhir saat
menjelang dinihari Shubuh. Saat ini di
Kabupaten Pandeglang atau Kota Serang sampai saat ini, kesenian Ubrug masih
berkembang. Pertunjukkan biasanya
diselingi dengan dagelan / lawakan yang amat
4.
Rudat
Rudat adalah kesenian tradisional
khas Banten yang merupakan perpaduan unsur tari, syair shalawat, dan olah
kanuragan yang berpadu dengan tabuhan terbang dan tepuk tangan. Rudat terdiri
dari sejumlah musik perkusi yang dimainkan oleh setidaknya delapan orang
penerbang (pemain musik ) yang mengiringi tujuh hingga dua belas penari.
5.
Tari
Dzikir Saman Banten
Dzikir Saman yang ada di Banten
berbeda dengan Saman yang ada di Aceh, disini para pemainnya terdari dari
laki-laki dengan membentuk lingkaran. Sambil berputar, sambil menyebutkan
shalawat Nabi Muhammad SAW. Seni Dzikir Saman ini tidak diiringi dengan
perangkat alat musik, hanya nyanyian dengan menyebut asma Allah, alok dan
gerakan tubuh yang berputar-putar. Seni ini sudah ada sejak dahulu, biasanya
dalam acara tertentu seperti Khol Syeh Abdul Khodir Jailani, Rasullan, dan
acara keagamaan lainya.
g.
Rumah
Adat
Seni Arsitektur Sunda terlihat pada bantuk rumah dan perkampungan suku Badui dan Adat Kasepuhan Banten Kidul (Cisungsang). Rumah tradisionalnya berbentuk panggung yang dinamakan imah. Dari segi bentuk tidak terlihat berbeda antara rumah adat Baduy dengan rumah Adat Kasepuhan. Namun, dari segi bahan yang digunakan untuk pembuatannya terdapat perbedaan. Masyarakat Baduy masih memegang teguh adat istiadat sehingga kesederhanaan pada bentuk rumahnya masih sangat terlihat. Sebaliknya, rumah adat kasepuhan terlihat lebih modern karena sudah menggunakan unsur-unsur kebudayaan modern.
Upaya Pelestarian Budaya Banten
Masyarakat
dan kebudayaan di manapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat
dan kebudayaan primitif yang terisolasi jauh dari berbagai perhubungan dngan
masyarakat yang lain. Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan
komposisinya , juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan- penemuan baru,
khususnya teknologi dan inovasi.Difusi kebudayaan adalah persebaran unsur-
unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain di muka bumi, yang di bawa
oleh kelompok- kelompok manusia yang bermigrasi.
Dahulu
kita bisa menyaksikan atraksi debus ini dibanyak wilayah banten, tapi sekarang
atraksi debus hanya ada pada saat event – event tertentu. Jadi tidak setiap
hari kita dapat melihat atraksi ini. Warisan budaya, yang makin lama makin
tergerus oleh perubahan jaman. Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya
lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing
yang lebih praktis dan sesuai
dengan perkembangan zaman. Masyarakat Banten merupakan masyarakat yang
mempunyai budaya ketimuran. Namun saat ini sudah mulai bercampur dengan budaya
barat, terutama cara berpakaian pria dan wanitanya, juga mata pencaharian dan
peralatan sehari- hari yang mereka gunakan. Hal tersebut karena sudah
berkembangnya teknologi informasi di dunia, maka masyarakat banten berusaha untuk
tidak tertinggal oleh zaman
Budaya
lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut. Pembelajaran tentang budaya, harus
ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap
penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaimana cara mengadaptasi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Keanekaragaman
budaya daerah tersebut merupakan potensi sosial yang dapat membentuk karakter
dan citra budaya tersendiri pada masing-masing daerah, serta merupakan bagian
penting bagi pembentukan citra dan identitas budaya suatu daerah. Di samping
itu, keanekaragaman merupakan kekayaan intelektual dan kultural sebagai bagian
dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Seiring dengan peningkatan
teknologi dan transformasi budaya ke arah kehidupan modern serta pengaruh
globalisasi, warisan budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat adat
tersebut menghadapi tantangan terhadap eksistensinya. Hal ini perlu dicermati
karena warisan budaya dan nilai-nilai tradisional tersebut mengandung banyak
kearifan lokal yang masih sangat relevan dengan kondisi saat ini, dan
seharusnya dilestarikan, diadaptasi atau bahkan dikembangkan lebih jauh.
REFERENSI
Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata. 2009. Jelajah
Pesona Wisata Banten. Banten : Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Banten
https://www.bantenprov.go.id/profil-provinsi/kebudayaan diakses pada hari Minggu, 11 Oktober 2020.
Pemerintah
Daerah Banten. 2012. Mozaik of
Banten Indonesia. Banten : Wonderful Indonesia
Said,
Hasani Ahmad. 2016. Islam Dan Budaya di Banten : Menelisik Tradisi Debus dan Maulid. Jurnal
Studi Agama dan Pemikiran. Vol 10 : 1.
Selasa, 08 September 2020
RESENSI BUKU ASPEK PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020
TUGAS
1
RESENSI
BUKU ASPEK PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Studi
Kebantenan
Dosen
Pengampu : Dr. Hj Enggar
Utari, M.Si.
Disusun oleh:
Hesti Oktaviani (2224190057)
Kelas : 3B
JURUSAN
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020
ASPEK PENDIDIKAN BANTEN
IDENTITAS BUKU
1. Judul
Buku : PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020 Penyediaan Data untuk Perencanaan
Pembangunan
2. Penulis
: BPS Provinsi Banten
3. Penerbit
: ©BPS Provinsi Banten/BPS-Statistics of Banten Province
4. Tahun
Terbit : 2020
5. Ukuran
: 14,8 cm x 21 cm
6. Jumlah
Halaman : xlviii + 488 hal/pages
ISI
Tahukah kalian bagaimana kondisi
provinsi Banten dalam segi aspek pendidikan? Jika dilihat hingga saat ini,
kondisi provinsi Banten dalam segala macam aspek dapat dilihat dan dipaparkan
pada buku Provinsi Banten dalam Angka 2020. Buku Provinsi Banten dalam Angka
sendiri merupakan buku yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi
Banten dalam rangka memenuhi kebutuhan data-data prioritas pembangunan.
Buku ini memuat data ataupun informasi
statistik tentang hasil-hasil pembangunan di wilayah Provinsi Banten selama
tahun 2019 yang diperlukan dalam evaluasi pembangunan. Salah satunya aspek yang
dibahas dalam buku ini adalah Aspek Pendidikan Provinsi Banten itu sendiri.
Dalam Provinsi Banten Dalam Angka
2019 oleh Badan Pusat Statistik mendata bahwa jumlah Taman Kanak-Kanak (TK) di
bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Banten, 2018/2019 terdapat 2.280 unit sekolah dengan jumlah guru 7.716 orang,
dan murid 93.526 orang. Sedangkan ditahun 2019/2020 terdapat peningkatan yaitu
terdapat 2.339 unit sekolah dengan jumlah guru 7.939 orang dan jumlah murid 98.571
orang. Dijenjang Sekolah Dasar (SD) jumlah Sekolah Dasar (SD) di bawah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi
Banten, 2018/2019 terdapat 4.601 unit sekolah dengan jumlah guru 52.886 orang
dan murid 1.190.720 orang. Sedangkan ditahun 2019/2020 terdapat 4.634 unit
sekolah dasar dengan jumlah guru 56.235 orang dan jumlah murid 1.198.075 orang.
Pada jenjang Sekolah menengah Pertama (SMP), jumlah sekolah di bawah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun
2018/2019 terdapat 1.454 unit sekolah dengan jumlah guru 20.251 orang, dan
jumlah murid 419.713 orang. Pada tahun 2019/2020 terjadi peningkatan pada
setiap kota/ kabupaten yaitu dengan total sekolah sebanyak 1.501 unit sekolah,
dengan jumlah guru 21.889 orang, dan jumlah murid 430.903 orang.
Kemudian dijenjang Sekolah Menengah
atas (SMA), dengan jumlah sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun 2018/2019 yaitu sebanyak 545
unit sekolah, dengan jumlah guru 9.959 orang, dan jumlah murid 185.259 orang. Pada
tahun 2019/2020 terjadinya peningkatan dalam jumlah sekolah, guru, dan jumlah
murid yaitu 571 unit sekolah, dengan jumlah guru 10.705 orang, dan jumlah murid
196.585 orang. Selanjutnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), jumlah
sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota di
Provinsi Banten tahun 2018/2019 yaitu sebanyak 700 unit sekolah, dengan 11.047
guru, dan 254.808 murid. Kemudian tahun 2019/2020 jumlah menjadi 731 unit,
12.424 guru, dan 265,367 murid. Tidak hanya di bawah Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten/Kota adapun Madrasah Aliya (MA) di Bawah Kementerian Agama
menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten, pada tahun 2017/2018 dengan jumlah
sekolah 410 unit, dengan jumlah guru 5.673 orang, dan jumlah murid 68.127
orang. Ditahun 2019/2020 jumlah sekolah sebanyak 419 unit dengan jumlah guru
6.033 orang dan jumlah murid 66.138. Selanjutnya dijenjang lebih tinggi yaitu
Perguruan tinggi umlah Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Banten tahun 2019
yaitu 119 Perguruan Tinggi dengan mahasiwa sejumlah 1.270.258 orang dan tenaga
pendidik sejumlah 10.277 orang.
Pada tahun 2019, penduduk Banten
usia 7-24 tahun yang masih sekolah sebanyak 68,51 persen. Untuk kelompok umur
7-12 tahun yang masih sekolah sebanyak 99,44 persen, kemudian kelompok umur
13-15 tahun sebanyak 95,79 persen, kelompok umur 16-18 tahun sebanyak 68,72
persen, dan kelompok umur 19-24 tahun sebanyak 21,43 persen. Adapun Angka
Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) menurut jenjang pendidikan
di Provinsi Banten tahun 2019 diberbagai jenjang. Pertama di jenjang SD terdapat
97,98 persen APM dan 107,93 persen APK. Pada jenjang SMP terdapat 81,93 persen
APM dan 91,61 persen APK dan terakhir pada jenjang SMA terdapat 58,80 persen
APM dan 72,92 persen APK.
Pada tahun 2019, persentase penduduk
yang melek huruf di Provinsi Banten pada kelompok usia 15-24 di daerah
perkotaan sejumlah 99,97% dan di daerah pedesaan sejumlah 99,95%, pada kelompok
usia 15-44 di daerah perkotaan sejumlah 99,92% dan di daerah pedesaan sejumlah
99,76%, pada kelompok usia 15+ didaerah perkotaan sejumlah 98,16 persen dan
daerah pedesaan sejumlah 96,19 persen dan pada kelompok usia 45+ di daerah perkotaan
sejumlah 93,91% dan di daerah pedesaan sejumlah 89,10%. Persentase Penduduk
usia 10 tahun ke atas di Provinsi Banten yang menamatkan pendidikan tahun 2019
pada jenjang SD sederajat sebesar 24,51%, SMP sebesar 22,65%, SMA sebesar
29,85% dan Perguruan Tinggi sebesar 9,20%. Persentase penduduk usia 10 tahun ke
atas yang pandai menulis dan membaca tahun 2019 untuk huruf latin sebesar
39,96%, huruf lainnya sebesar 0,49% dan keduanya sebesar 55,34%, sedangkan yang
tidak bisa sama sekali sebesar 4,20%.
Dari
data diatas dapat diketahui bahwa sudah terdapat banyak Sekolah di Provinsi
Banten, dapat dilihat bahwa jumlah sekolah, guru, dan murid perjenjang dari tingkat
Dasar hingga tingkat Atas di Banten terus mengalami peningkatan dari tahun 2018
sampai 2019. Namun jumlah murid dan guru yang tidak sebanding banyaknya, masih
sedikitnya jumlah guru dibandingkan jumlah murid yang begitu banyak. Kondisi Provinsi
Banten dalam aspek pendidikan yang dipaparkan pada buku ‘Provinsi Banten dalam
Angka 2020’ sudah mengalami kemajuan, namun tidak secara merata hanya di daerah-daerah
tertentu saja. Terbukti dari data tersebut daerah Tangerang selalu memiliki
data presentase yang lebih besar. Bukan suatu hal aneh lagi jika persoalan
tentang pemerataan dalam pendidikan tidak seimbang, karena bagi yang tinggal
didaerah pedesaan biasanya selalu tertinggal selangkah dari daerah perkotaan. Selain
itu masih banyaknya rata-rata penduduk Banten yang tidak mengenyam bangku
pendidikan hingga jenjang SMA. Hal ini menunjukan bahwa semakin usia ataupun
jenjang pendidikan bertambah, semakin berkurangnya siswa untuk menduduki
pendidikan selanjutnya. Kemudian hampir seluruh penduduk Banten sudah melek
huruf. Namun untuk kemampuan menulis dan membaca hanya setengah dari penduduk
Banten yang dapat menguasainya.
Dengan melihat jumlah presentase pendidikan di provinsi Banten, tentu perlu adanya peran masyarakat dan pemerintahan dalam memajukan pendidikan di daerah Banten. Segala kekurangan di dalamnya menjadi tugas penting untuk kita semua elemen masyarakat untuk memajukan banten lebih baik lagi dan menghasilkan masyarakat berpendidikan tinggi. Majunya suatu daerah dapat dilihat dari sumber daya manusia (SDM). Suatu daerah harus melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu memajukan daerah itu sendiri dan mampu bersaing diberbagai sektor. Semua itu dapat diwujudkan melalui fasilitas pendidik yang baik dan pendidikan yang merata dan berkualitas. Aspek pendidikanlah yang menjadi sangat penting untuk diperhatikan oleh kita semua.
-
LAPORAN REPORTASE ASPEK KEBUDAYAAN LOKAL PROVINSI BANTEN Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Kebantenan Dosen Pengampu :...
-
TUGAS 1 RESENSI BUKU ASPEK PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020 Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi Kebantenan ...












